Banyak hal-hal kecil yang sering terlupakan, yang pertama mengenai kehidupan. Hidup itu hanya sementara, namun mengapa aku dan mungkin juga kalian terkadang lupa akan itu. Aku sibuk dengan duniaku, apa ini yang namanya calon penghuni surga? Yang mana dunia lebih diprioritaskan.
Kita semua percaya akan kematian, namun sedikit sekali diantara kita
yang mempersiapkan bekal untuk mati, serasa bekal di dunia sajalah yang
terus kita kejar.
Namun, sadarkah kita jika kematian telah di depan mata. Sedang bekal
belum ada. Berharap masuk surga, ingatkah kita nabi Adam dikeluarkan
dari surga hanya karena satu dosa.
Lalu bagaimana dengan kita yang dapat dikatakan dosa lebih banyak kita
perbuat dibandingkan amal kebaikan. Apa kita calon penghuni surga yang
kita impikan atau sebaliknya, nerakalah yang me-mimpikan kita sabagai
calon penghuninya. Astagfirullah..
Yang kedua mengenai kemampuan. Aku merasa bahwa akulah yang terpintar di
dalam kelas, mungkin kalian juga merasakannya jikalau kalianlah yang
selalu disanjung oleh dosen atau guru-guru kalian sehingga meremehkan
teman yang lainnya.
Namun ternyata masih banyak diluar sana yang lebih hebat dibandingkan
dengan kita. Aku dan kalian bagai katak dalam tempurung kelapa yang baru
melihat dunia yang ternyata begitu luas.
“di atas yang pintar masih ada yang lebih pintar, di atas yang berkuasa masih ada yang lebih berkuasa”
Ketiga,
Ujian, terkadang kita lupa akan tujuan Allah menguji setiap hambanya.
Ingatlah ujian adalah tanda bagi kita bahwa Allah mencintai kita. Maka
bersyukurlah ketika Allah masih mendatangkan ujian.
Dan bertanya-tanyalah ketika Allah tidak mendatangkan ujian tersebut. Masihkah Allah nencintai kita?
“Ujian akan nenjadikanmu mulia atau terhina”
