Setiap
hari kita selalu memanjatkan doa. Berdoa ketika waktu-waktu ijabah-Nya.
Meminta apa-apa yang menjadi harapan kita. Meminta kebahagiaan,
ketenangan, dilimpahkan rezeki yang halal, kesehatan serta selamat dunia
dan akhirat. Kita meminta kebaikan yang banyak pada Allah dalam doa-doa
kita.
Siapa yang tidak ingin mendapatkan kebaikan, kenikmatan, kehidupan yang
menyenangkan dan dijauhkan dari siksa api neraka? Pastinya setiap dari
kita memiliki doa-doa yang rutin dibaca dan yang paling kita sukai untuk
dipanjatkan Pada Allah.
Nah… ternyata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun mempunyai doa
yang paling Beliau sukai dan sering dilantunkan. Berikut ini penjelasan
lengkapnya.
Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, menceritakan upaya untuk bisa meraih
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, sangat menjadi perhatian
serius dalam doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam . Doa ini pun
menjadi doa yang sering beliau Shallallahu alaihi wa sallam lantunkan.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dari Anas Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Doa
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah:
“Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. ( HR. Al-Bukhâri no. 6389 dan Muslim no. 2690)
Dalam riwayat Muslim, doa tersebut berbunyi:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Kebaikan dunia maksudnya adalah semua hal yang dibutuhkan manusia di
dunia, sehingga dengannya ia akan menjadi baik. Misalnya, kesehatan,
Menurut Ibnu Katsir, kebaikan akhirat yaitu: “kebaikan di akhirat yang
tertinggi ialah berhadil masuk surga dan menikmati kondisi-kondisi yang
menyertainya, seperti perasaan aman dari ketakutan yang paling dahsyat
di ‘arashat, dimudahkan proses hisab (perhitungan amalan), dan lain-lain
yang merupakan kejadian-kejadian yang menyenangkan di akhirat kelak.”
Imam Muslim rahimahullah (Shahih Muslim no. 2688) terlah meriwayatkan,
pernah terjadi peristiwa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
mengunjungi seseorang yang sedang sakit. Kondisi orang yang sakit ini
sudah sangat mengenaskan. Beliau pun menanyakan asal-muasal kejadian: “Apakah engkau berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah (sebelumnya)?”
Lelaki itu menjawab: “Ya.
Sebelumnya aku berkata, ‘Ya Allah, hukuman yang akan engkau timpakan
kepadaku di akhirat, segerakanlah atas diriku di dunia ini,” maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Subhanallah, engkau tidak akan sanggup memikulnya. Mengapa engkau tidak berdoa:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Begitu juga, kejadian menarik pernah dialami Anas bin Mâlik. Sahabat
mulia ini diminta untuk mendoakan orang-orang yang mendatanginya. Lantas
beliau berdoa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَاْحَمْنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(Ya
Allah, ampunilah kami, kasihilah kami rahmat. berilah kami kebaikan di
dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)
Mereka meminta doa yang lain. Maka Anas Radhiyallahu anhu memanjatkan doa yang sama, kemudian berkata:“Seandainya kalian telah dianugerahi ini, sungguh kalian telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat.”(Shahîh al-Adabil-Mufrad, 494)
Doa adalah perantara kita dengan Allah. Sehingga, mari kita meneladani
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam dalam segala hal. Karena, Beliau
adalah suri teladan yang baik. Meminta kebaikan dan doa-doa terbaik Pada
Allah. Semoga Allah memberikan kita kebahagiaan serta keselamatan dunia
dan akhirat. Aamiin.
Semoga bermanfaat.
