Kiamat adalah rahasia Allah, tak ada satupun makhluk di bumi yang mengetahuinya bahkan Nabi dan Malaikat sekalipun. Namun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mensabdakan tanda-tanda kiamat dalam banyak hadits. Salah satunya adalah adalah maraknya per-zi-na-han yang dilakukan terang-terangan tanpa malu-malu. Bahkan mem-per-ton-ton-kan ade-gan di hadapan orang lain.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :
“Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki mener-kam wanita di tengah jalan (dan menye-tu-buhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.” (HR. Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)
“Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki mener-kam wanita di tengah jalan (dan menye-tu-buhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.” (HR. Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)
Dan
pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang
yang jelek yang seenaknya saja melakukan per-se-tu-bu-han seperti
keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallah ‘anhu:
“Dan
ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan
per-se-tu-bu-han seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat
akan datang.” (HR. Muslim)
“Tanda-tanda
datangnya kiamat diantaranya: Ilmu agama mulai hilang, dan kebodohan
terhadap agama merajalela, banyak orang minum khamr, dan banyak orang
yang ber-zi-na terang-terangan”(HR. Bukhari )
Demikian
juga dengan Video yang mengejutkan tentang se-pa-sang pria dan wanita
baru-baru ini. Video itu kembali menunjukkan adegan tak se-no-noh
pa-sang-an secara terbuka di siang bolong saat orang-orang berjalan
melewati mereka.
Rekaman
video tersebut diambil oleh seorang pengendara mobil di seberang jalan
dengan menggunakan kamera telepon seluler pribadinya dan kemudian
diunggah ke situs daring www.LiveLeak.com.
Menurut
Daily Mirror, Minggu (15/5/2016), video itu kemudian dilihat oleh
ribuan orang dan menjadi viral di media sosial. Rekaman itu diyakini
diambil di sebuah tempat di wilayah China.
Dalam rekaman itu terlihat se-pa-sang pria dan wanita berani melakukan adegan layaknya suami istri di tepi jalan yang sibuk dengan lalu lalang kendaraan maupun pejalan kaki.
Pa-sang-an itu tidak menghiraukan orang-orang yang lewat, termasuk salah satu pa-sang-an tua yang berjalan tepat di samping mereka.
Anehnya,
tidak ada orang yang mencoba menghentikan mereka. Orang-orang yang
lewat bergeming. Ada yang lewat dengan sepeda juga tidak memberikan
reaksi.
Kini
adegan tak pantas yang sangat pribadi di area terbuka atau tempat umum
tampaknya telah marak dan menjadi fenomena dan mirisnya para pelaku
semakin tidak tahu malu.
Belum
lama ini juga terjadi sepasang kekasih yang ceroboh melakukan
per-zi-na-han di dekat rel kereta api, tak jauh dari ribuan mahasiswa di
sebuah perguruan tinggi di South Yorkshire, Inggris.
Kejadian
tersebut direkam oleh salah satu warga yang lewat, tak lama seorang
pelintas lainnya pun mengusir mereka, yang kemudian menghilang di balik
semak-semak di dekat kampus itu.
Seorang detektif inspektur polisi saat itu berkata, “Insiden semacam ini dapat sangat menyedihkan bagi korban dan saksi.”
Rupanya
hal ini tak hanya terjadi di luar negeri. Baru-baru ini, tepatnya Kamis
19 Mei 2016, pa-sang-an suami istri di Jakarta Selatan berinisial A
(33) dan L (31) telah ditangkap polisi di Apartemen Gateaway
Pesanggrahan Jakarta Selatan. Pasalnya, mereka mem-per-ton-ton-kan
ade-gan keduanya secara live kepada orang yang mau me-non-ton-nya.
Setiap penonton dikenai tarif Rp 800 ribu.
Bahkan, pelaku tidak hanya mem-per-ton-ton-kan, tetapi juga mempersilahkan penonton merekam bahkan menc-oba istrinya jika mau.
Lebih
miris lagi, kedua orang itu berpendidikan atau tamatan sarjana. Kepada
Polres Metro Jakarta Selatan, mereka mengaku melakukan hal itu karena
motif ekonomi. Nauzubillah.